Nganjuk, PING- Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Nganjuk bekerjasama dengan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) menggelar kegiatan pemeriksaan organ reproduksi (pap smear) di Balai Penyuluh KB Kecamatan Jatikalen, pada Selasa (10/12/2024).
Berkesempatan hadir diantaranya, Kepala Dinas PPKB, Plt Sekretaris Dinas PPKB yang juga merupakan Ketua IBI Kabupaten Nganjuk, serta para kader KB Jatikalen dan ibu-ibu peserta pap smear.
Nafhan Thohawi menyampaikan, "Alhamdulillah, luar biasa, Balai Penyuluh KB ini menjadi salah satu tempat kegiatan positif yang sangat bermanfaat, terutama untuk menjaga kesehatan reproduksi ibu-ibu." Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Ibu 2024, dengan harapan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemeriksaan kesehatan reproduksi.

Lebih lanjut, Kadis Nafhan menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menjaga kesehatan dan keharmonisan dalam rumah tangga, serta sebagai dukungan terhadap program Bangga Kencana yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga.
Acara ditutup dengan penyerahan doorprize berupa beras 30 bungkus, 3 payung dan 3 handuk secara simbolis kepada 8 orang pertama yang hadir pada acara tersebut.

Sebagai informasi, peserta yang terdaftar pap smear sebanyak 110 orang, hadir 100 orang. Berhasil di periksa 87 orang dan gagal diperiksa 3 orang karena menstruasi.
Pemeriksaan pap smear dilakukan oleh tenaga kesehatan yang profesional dari Puskesmas Jatikalen.
Pap Smear sendiri adalah prosedur medis yang dilakukan untuk memeriksa adanya perubahan atau kelainan pada sel-sel di leher rahim (serviks), yang dapat menjadi tanda awal kanker serviks. Prosedur ini melibatkan pengambilan sampel sel dari leher rahim menggunakan alat khusus, yang kemudian diperiksa di laboratorium. Pap smear dapat mendeteksi infeksi, peradangan, atau perubahan sel yang mungkin berkembang menjadi kanker jika tidak ditangani.
Pemeriksaan ini sangat penting bagi wanita, terutama yang berusia di atas 21 tahun atau yang sudah aktif secara seksual, karena dapat membantu dalam mendeteksi kanker serviks pada tahap awal, yang dapat meningkatkan peluang kesembuhan. Selain itu, pap smear juga digunakan untuk mendeteksi infeksi atau masalah kesehatan reproduksi lainnya.
