Tekan Risiko Krisis Kesehatan, Dinkes Simulasi Penanganan Bencana Tanah Longsor dan Banjir


 2024-11-22 |  Desa Kuncir

Nganjuk, PING- Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan dan respons terhadap bencana alam, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Nganjuk mengadakan simulasi penanganan bencana tanah longsor dan banjir pada Rabu, (20/11/2024). Simulasi ini dilaksanakan untuk mengurangi potensi risiko krisis kesehatan yang sering muncul setelah terjadinya bencana alam.

Kegiatan yang berlangsung di area Jolotundo Glamping dan Edu Park, Desa Bajulan, Kecamatan Loceret ini, melibatkan berbagai pihak terkait, mulai dari petugas kesehatan, BPBD, TNI, Polri, dan perangkat daerah terkait. Hadir dari Dinas Sosial PPPA,  Dinas Kominfo, PMI Nganjuk, Tagana. Pun hadir dari lembaga/organisasi Forum Pengurangan Resiko Bencana, Pramuka dan perwakilan perguruan tinggi. Satria Bhakti.

Dalam simulasi tersebut, peserta diajarkan bagaimana cara menangani korban tanah longsor dan banjir, serta mengelola potensi risiko penyakit yang dapat timbul yang sering terjadi setelah bencana. Peserta juga nampak antusias memainkan peran dari simulasi.

Kepala Dinas Kesehatan, melalui Sekretaris Dinkes, Maria Emanuela Misdinar dalam kesempatan tersebut menyampaikan, "Simulasi ini bertujuan untuk meningkatkan koordinasi antara instansi terkait dalam penanganan bencana, serta memberikan pelatihan kepada tenaga medis dalam menghadapi kondisi darurat yang memerlukan respons cepat," tutur Maria.

Tujuan dari kegiatan ini, tambah Maria, dalam rangka peningkatan klaster kesehatan. Melatih para peserta menjadi tenaga yang terampil dan tidak canggung ketika melaksanakan penanganan bencana. “Harapannya tidak akan terjadi bencana. Namun, jika sesuatu itu terjadi, kita pun sudah siap dan terbiasa. Melaksanakannya tidak canggung dan tidak ter gagap-gagap,” imbunya.

Lanjutnya, sebelum pelaksanaan simulasi ini, para peserta juga sudah dibekali dengan ilmu dan pengetahuan tentang teknis dalam menghadapi bencana, (19/11). Mulai dari kesiapsiagaan mengahadapi bencana hingga kegiatan pasca penanganan bencana atau sesudah bencana terjadi.

“Sehingga resiko kesehatan pasca bencana dapat diminimalisir. Sigap untuk selamat dan siap untuk sehat,” tandasnya.

Melalui kegiatan ini, Dinkes berharap masyarakat dan seluruh pihak yang terlibat dapat lebih siap menghadapi bencana dan meminimalisir dampak negatifnya terhadap kesehatan. Simulasi ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam membangun ketahanan masyarakat menghadapi ancaman bencana alam yang dapat terjadi akibat perubahan iklim. Hadir sebagai narasumber dari  Tim Ahli Krisis Kesehatan dan Bencana Jatim dari BPBD Jombang